Senin, 21 Maret 2011

sepi

..
Sepi dan merasa sendiri,
Menggelayut seolah enggan melepaskan diri
Sepi menyambangi naluri
Memeluk hantarkan hangat yang menggigil
Renyah tapi melelehkan pengharapan..
Menderaikan airmata yang tertahan
Oh Tuhan,
Ingin ku lepaskan tangis dikeharibaanmu,
Ingin kuurai kegelisahan yang membelenggu
Ingin kuambil pelangi tinggalkan lembayung ungu
Tapi ternyata berat bagiku, terseok langkahku
Tanpa pertolongan dan kasih sayang cintaMU
Oh Allah,
Aku menunggu keajaibanMu
Mengabulkan doaku,
Ya Allah, mampukan aku…..amin

Kamis, 22 April 2010

kala itu.....

desember 2008,

Berjalan meraba, memaksaku untuk selalu siap merasakan sakit. Bahkan saat mulai melangkahpun rasanya sudah terawali.

Jauh kucoba menembus dentuman, melihat kedalaman hatimu. Kupaut rasa untuk mencoba merasakan desiran jantung apimu yang menyala redup tiba-tiba. Airku meneteskan perih, pada guratan untaian bermakna, napasku sesak dan langkahku lunglai merayap dinding-dinding dingin tanganku yang bergetar. Sepiku menyempurna…lukaku membasah, tak tahan akhirnya ku terkapar juga..

Kubuka mata, seuntai senyuman disana..menawarkan seteguk air kehidupan atas dahagaku yang tak mampu lagi kurasa. Mulutku terkunci bisu, pandanganku nanar hampa, kosong.. tak ada lagi keindahan suara dawai yang biasa bergema..datar, mati.

Dia kembali mendekat, menyodorkan air itu dan membantuku meminumnya. Aliran air mungkin telah membasahi kerongkonganku, tapi aku tak merasakan apa-apa. Cawan itu masih kupegang, ekspresiku tidak berubah. Dibelainya kepalaku dengan kelembutan mungkin, sessaat kemudian aku menoleh kepadanya, mencari tanya disana. Beraninya dia menyentuhku, pikirku. Emosiku sudah mulai berkerja, dan aku bisa merasakan ini sebuah ketulusan. Terimakasih kataku lirih.


Miss U,

Rabu, 07 April 2010

perempuan 1

Islam begitu tinggi menjunjung martabat perempuan bukan tanpa alasan. Karena pada akhirnya peran sebagai ibu yang disandang seorang perempuan tidaklah ringan. ”Ibu adalah madrasah bagi anak-anak”, bahkan sejak dalam kandungan anak itu telah terdidik atas kebiasaan yang dilakukan sang ibu, 1 th pertama sampai 4 thn dimana otak berkembang 50%, 4-8 th 80%, sisanya menuju kedewasaan untuk mencapai 100%. Jadi bisa kita bayangkan kalau 0-4th anak itu terbiarkan begitu saja tanpa mendapat basic pendidikan yang seharusnya. untuk fisiknya, kognitifnya, psikososial, moral dan agamanya ?? mereka memang tumbuh dan berkembang secara alami. Tapi pernahkah kita bercermin dan berpikir bahwa ada banyak hal dari sikap kita justru membatasi tumbuh kembangnya ?? kenapa kita tidak mencari tahu tapi seolah sok tahu ??? tidakkah kesiapan kita sebagai orangtua layak untuk dipertanyakan ??

Lantas bagaimana bisa terjadi dan bagaimana hubungannya dengan peran kita ??

Aku pikir hubungannya sangat sangat erat sekali. Semua beawal dari negara kecil kita yang bernama keluarga.

Jadi kalian para perempuan, mari bergandengan tangan. Ditangan kitalah semua berawal. Mari mencari tahu, mari mencari ilmu bekal memberikan yang terbaik bagi suami, anak-anak dan keluarga. Peran ganda semua ada ilmunya. Kualitas kita perempuan menentukan kualitas generasi penerus selanjutnya.